Selamat Datang di Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat.: Visi: MENJADI INSTITUSI YANG MENJADIKAN MASYARAKAT PAKPAK BHARAT SEHAT DAN MANDIRI 2015

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI PENDERITA TBC

Written By p2pldinkespakpakbharat on Rabu, 01 Februari 2012 | 20.18


Indonesia berada pada urutan ke tiga penyumbang kasusu Tuberkulosis di dunia. Pada tahun 2005 tercatat sekitar 533.000 kasus, prevalensi kasus tuberkulosis Nasional pada tahun 2005 sebesar 626 per 100.000 penduduk. Prevalensi Propinsi Sumatera Utara 160 per 100.000 penduduk. Pada tahun 1999 telah telah dicanangkan Gerakan Nasional Terpadu Pemberantasan Tuberkulosis (GERDUNAS) untuk mempromosikan percepatan pemberantasan tuberkulosis dengan pendekatan integratif, mencakup rumah sakit dan sektor swasta dan semua pengambil kebijakan lain, termasuk penderita dan masyarakat.
Dalam komitmen global atau sering juga disebut Mellennium Development Goals Program Pemberantasan Penyakit menular (HIV, AIDS, Malaria dan TB Paru) merupakan idokator penting dalam pencapaian MDGs. Tantangan yang dihadapi dalam pemberantasan TB adalah :
1. Cara membangun komitmen Pemerintah dan masyarakat,
2. Melakukan diagnosis akurat dengan pemeriksaan mikroskopis,
3. Kesesuaian Directly Observed Treatment Success Rate (DOTS ),
4. Menjaga ketersediaan obat yang tidak terputus, dan
5. Membangun system pelaporan dan pencatatan.
Untuk mewujudkan terlaksananya program pemberantasan TB maka kelima komponen penting tersebut diatas harus tersedia dan terlaksana dengan baik.
Strategi DOTS adalah strategi yang direkomendasikan oleh WHO serta telah terbukti yang paling cost efektif dalam penanggulangan Tuberkulosis dengan lima komponen yang saling sinergis dalam strategi ini. Di Kabupaten Pakpak Bharat Program Pengendalian Penyakit TB melalui strategi DOTS telah dilaksanakan di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah. Jumlah UPK di Kabupaten Pakpak Bharat yang melaksanakan Pengendalian Penyakit TB dengan strategi DOTS sebanyak 8 Puskesmas ditambah 1 RSUD.
Pada tahun 2011 Dinas Kesehatan melalui bidang P2P telah menunjukkan komitmen secara program untuk pengendalian penyakit TBC di Kabupaten Pakpak Bharat melalui program pemberian makanan tambahan (susu dan multi vitamin) kepada penderita TBC. Pemberian makanan tambahan ini bertujuan untuk mendukung proses penyambuhan pasien yang mengkonsumsi AOT (Obat Anti TBC) yang masuk dalam kategori obat keras sehingga dibutuhkan asupan gizi yang cukup kepada pasien TBC yang mengkonsumsi OAT.

Salam Sehat.. Njuah-Njuah banta karina.

Program dan Kegiatan

Written By p2pldinkespakpakbharat on Sabtu, 21 Januari 2012 | 03.19


Program dan Kegiatan
  1. Program obat dan berbekalan kesehatan
1)    Tujuan:
Menjamin ketersediaan, pemerataan, mutu, keterjangkau obat dan berbekalan kesehatan termasuk obat tradisional, perbekalan kesehatan rumah tangga dan kosmetika
2)    Sasaran:
a. Meningkatnya penggunaan obat generik di PKD menjadi 98%
b. Meningkatnya penggunaan perbekalan kesehatan yang memenuhi standar kesehatan.
c. Sarana kesehatan yang dimonitoring meningkat menjadi 90%
3)    Kegiatan Pokok:
a.Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan
b. Monitoring, evaluasi dan pelaporan


  1. Program Upaya Kesehatan Masyarakat

1)    Tujuan:
Meningkatkan jumlah, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan melalui Puskesmas dan jaringannya, meliputi Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling dan Bidan Desa.
2)    Sasaran:
a.    Semua kabupaten/kota memiliki layanan PSC 24 jam
b.    Semua kelompok kerja mendapatkan UKK di 9 kab/kota
c.    Terpilihnya tenaga kesehatan teladan di 9 kab/kota
d.    Semua kelompok masyarakat yang rentan memperoleh pelayanan kesehatan gratis di desa sasaran

3)    Kegiatan Pokok:
a. Operasional P3K dan Safe Community (Patroli Ambulance Advance RS)
b. Upaya Kesehatan Kerja
c. Peningkatan Kesehatan dasar
d. Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin
e. peningkatan Kesehatan masyarakat


  1. Program Pengawasan Obat dan Makanan

1)    Tujuan:
Terawasinya mutu, keamanan dan kasiat produk terapetik/obat, obat tradisioanl (OT), kosmetik, perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRK), produk komplemen (PK) dan makanan serta produk hasil olahannya.
2)    Sasaran:
Pelayanan kefarmasian yang diawasi dan dikendalikan mencapai 95%
3)    Kegiatan Pokok:
a. Pengawasan dan Pengendalian pelayanan kefarmasian
b. Peningkatan pengawasan keamanan pangan berbahaya
c. Peningkatan mutu pelayanan farmasi

  1. Program Pengembangan Obat Asli Indonesia

1)    Tujuan:
Pelayanan pengobatan tradisional yang aman dan dapat dipertanggungjawabkan
2)    Sasaran:
a.    Pengobat tradisional yang terdaftar mencapai 95%
b.    Semua kabupaten/kota melaksanakan TOGA
c.    Pengobat tradisional yang memenuhi standar kesehatan mencapai 95%

3)    Kegiatan Pokok:
a. Revitalisasi dan pembinaan Pengobatan Tradisional
b. Pembinaan TOGA
c. Pelayanan Pengobatan Tradisional
           
  1. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1)    Tujuan:
Meningkatnya kemampuan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk hidup sehat dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat serta terciptanya lingkungan yang kondusif untuk mendorong terbentuknya kemampuan tersebut
2)    Sasaran:
a.    Terbentuknya Desa Siaga di seluruh Pakpak Bharat
b.    Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tatanan rumah tangga, sekolah, fasilitas pemerintah, tempat kerja dan tempat-tempat umum

3)    Kegiatan Pokok:
a. Mengembangkan media promosi dan informasi sadar
    hidup sehat.
b. Penyuluhan kesehatan masyarakat
c. Peningkatan pemanfaatan sarana kesehatan
d. peningkatan pendidikan tenaga penyuluh kesehatan
e. Meningkatkan pendidikan kesehatan kepada masyarakat
f. Mengembangkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat dan generasi muda.
g. Pengembangan Desa Siaga
h. Peningkatan Prilaku hidup Bersih dan Sehat di tananan: Rumah Tangga, Sekolah, Pemerintah, Tempat kerja dan Tempat-tempat Umum.

  1. Program Perbaikan Gizi Masyarakat

1)    Tujuan:
Meningkatnya status gizi masyarakat secara optimal sehingga dapat meningkatkan intelektualitas dan produktifitas sumberdaya manusia
2)    Sasaran :
a.    Semua Kecamatan bebas rawan gizi
b.    Semua Balita mendapat Makanan Tambahan Pendamping ASI (MP ASI)
c.    Keluarga Sadar gizi menjadi 45%
d.    Semua Balita dengan gizi kurang mendapat perawatan
e.    Meningkatnya Cakupan Pemberian ASI Eklusif 50%
f.     Menurunnya Prevalensi KEK Ibu Hamil sampai dengan <2%
g.    Tercapapainya persentase Bayi BGM <4%
h.    Menurunnya prevalensi kurang gizi sampai dengan 3%.
i.      Menurunnya prevalensi Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) : 1,75. %
j.      Meningkatnya Cakupan Pemberian Vitamin A menjadi 90%.
k.    Meningkatnya Cakupan Ibu Hamil mendapat Teblet Fe III menjadi 86%.
l.      Meningkatnya Cakupan Ibu Hamil mendapat Teblet Fe I menjadi 90%.
m.    Meningkatnya cakupan penanggulangan garam beryodium menjadi 75%.

3)    Kegiatan Pokok:
a. Peningkatan pendidikan gizi masyarakat
b. Penanggulangan dan perbaikan gizi masyarakat 






  1. Program Pengembangan Lingkungan Sehat

1)    Tujuan:
Mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat agar dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit berbasis lingkunganmelalui pengembangan sistem kesehatan kewilayahan untuk menggerakan pembangunan berwawasan Kesehatan
2)    Sasaran:
a.    Meningkatnya persentase keluarga menggunakan sarana air bersih yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 96% dan keluarga menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 84%
b.    Meningkatnya persentase keluarga menghuni rumah yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 88%
c.    Meningkatnya persentase tempat-tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 93%
d.    Meningkatnya prosentase tempat pengolahan makanan TPM yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 93 %
e.    Meningkatnya prosentase institusi kesehatan yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 100 %
f.     Semua kab/kota menjadi kab/kota sehat

3)    Kegiatan Pokok:
a. Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi
    Dasar bagi penduduk miskin
b. Pemeliharan dan Pengawasan Kualitas Lingkungan
c. Pengendalian dampak resiko pencemaran
    Lingungan
d. Pengembangan wilayah sehat

  1. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

1)    Tujuan:
Menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular
2)    Sasaran:
a.    Semua Desa mencapai UCI (Universal Child Immunization )
b.    Terselenggaranya system surveilans dan kewaspadaan dini serta penanggulangan KLB/Wabah
c.    Menurunya Angka Accute Flacid Paralysis (AFP rate) menjadi 2/100.000 penduduk.
d.    Meningkatnya Cakupan Penemuan BTA+ menjadi 70%
e.    Meningkatnya Cakupan Keberhasilan pengobatan TB menjadi 85%.
f.     Menurunya Angka Kematian diare (CFR) diare pada saat KLB menjadi < 1%
g.    Menurunnya angka kesakitan Penyakit demam berdarah menjadi 100/100.000 penduduk.
h.    Menurunnya Angka Kematian (CFR) akibat penyakit DBD menjadi <1%.
i.      Meningkatnya Angka bebas jentik ≥ 95%
j.      Menurunnya Angka Annual Parasite Incidence menjadi < 1/1000 penduduk
k.    MeningkatkanCakupan penenuan pneumonia Balita 94%
l.      Meningkatnya persentase ODHA yang memenuhi syarat mendapat ARV 81%
m.   Tercapainya Angka prevalensi kusta < 1/10.000 penduduk

3)    Kegiatan Pokok:
a. Peningkatan surveilance epidemiologi dan penanggulangan wabah.
b. Peningkatan imunisasi
c. Pencegahan dan penanggulangan polio
d. Pencegahan penularan penyakit endemik/epidemik
1)    Pencegahan dan penanggulangan penyakit TB
2)    Pencegahan dan penanggulangan penyakit diare
3)    Pencegahan dan penanggulangan penyakit kusta
4)    Pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD
5)    Pencegahan dan penanggulangan penyakit malaria
6)    Pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS
7)    Pencegahan dan penanggulangan penyakit Pneumoni
8)    Pencegahan dan penanggulangan penyakit penyakit lainnya yang berpotensi menimbulkan wabah



  1. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

1)    Tujuan:
Terselenggaranya pelayanan kesehatan yang memenuhi standar.
2)    Sasaran:
Sarana dan tenaga kesehatan yang memenuhi standar pelayanan kesehatan 80%
3)    Kegiatan Pokok:

a. Penyusunan standar pelayanan kesehatan
b. Evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan
c. Pembangunan dan pemutahiran data dasar standar
    pelayanan kesehatan
d. Penelitian di bidang kesehatan


  1. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin

1)    Tujuan:
Terlayaninya penduduk miskin dalam pelayanan kesehatan

2)    Sasaran:
Seluruh penduduk miskin di Pakpak Bharat memperoleh pelayanan kesehatan

3)    Kegiatan Pokok:
a.    Pelayanan kesehatan masyarakat miskin melalui Jamkesmas


  1. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya

1)    Tujuan:
Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dalam memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan jaringannya.
2)    Sasaran:
Puskesmas yang ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap mencapai 39 puskesmas
3)    Kegiatan Pokok:
a. Peningkatan Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap

  1. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru/Rumah Sakit Mata

1)    Tujuan:
Meningkatnya ketersediaan pelayanan kesehatan melalui Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru/Rumah Sakit Mata
2)    Sasaran:
Tersedianya sarana dan prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru/Rumah Sakit Mata yang memenuhi standar pelayanan kesehatan di 9 kab/kota

3)    Kegiatan Pokok:
a. Pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan
    Prasarana rumah sakit dan jaringannya
b. Pembangunan skil laboratorium

  1. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru/Rumah Sakit Mata

1)    Tujuan:
Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru/Rumah Sakit Mata

2)    Sasaran:
Semua sarana dan prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru/Rumah Sakit Mata menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar kualitas pelayanan kesehatan

3)    Kegiatan Pokok:
a. pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit dan jaringannya

  1. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Masyarakat

1)    Tujuan:
Terlindunginya kesehatan masyarakat dengan sistem jaminan pemeliharaan kesehatan
2)    Sasaran:
Masyarakat yang menjadi peserta jaminan pemeliharaan kesehatan pra bayar mencapai 80%
3)    Kegiatan Pokok:
a.    Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat miskin
b.    Kemitraan asuransi kesehatan masyarakat melalui JKSB (Jaminan Kesehatan Sosial Pakpak Bharat)

  1. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita

1)    Tujuan:
Meningkatkan pelayanan kesehatan anak balita

2)    Sasaran:
a.    Neonatal dengan komplikasi yang ditangani: 80%
b.    Kunjungan neonatal: 95%
c.    Deteksi dini tumbuh kembang anak di Posyandu: 80%

3)    Kegiatan Pokok:
a.    Deteksi dini tumbuh kembang anak
b.    Pendidikan dan pelatihan perawatan anak balita
c.    Monitoring dan evaluasi

  1. Program Peningkatan Pelayanan Kesehaan Lansia

1)    Tujuan:
Meningkatkan pelayanan kesehatan lansia
2)    Sasaran:
Seluruh desa di Pakpak Bharat menyelenggarakan Posyandu lansia
3)    Kegiatan Pokok:
a.    Revilatisasi Posyandu lansia
b.    Pengembangan posyandu lansia

  1. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan

1)    Tujuan:
Terawasinya mutu dan keamanan makanan serta produk hasil olahannya.
2)    Sasaran:
Terawasi dan terkendalinya mutu dan keamanan makanan serta produk hasil olahannya: 80%
3)    Kegiatan Pokok:
a. Peningkatan pengawasan dan pengendalian keamanan dan kesehatan makanan
b. Peningkatan pemberdayaan konsumen / masyarakat
c. Bimbingan dan Pengendalian 

  1. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan Anak

1)    Tujuan:
Meningkatkan pelayanan dan keselamatan ibu melahirkan anak

2)    Sasaran:
a.    Seluruh persalinan mendapat pertolongan tenaga kesehatan
b.    Ibu hamil mendapat pelayanan K1: 100%
c.    Ibu hamil mendapat pelayanan K4: 95%
d.    Ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani menjadi 98%
e.    Pelayanan ibu nifas mencapai 98%
f.     Peserta KB aktif menjadi 75%

3)    Kegiatan Pokok:
a.    Pertolongan persalinan ibu hamil dari keluarga kurang mampu
b.    Bimbingan dan pengendalian

  1. Program Pendidikan Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur

1)    Tujuan:
Meningkatnyakemampuan, ketrampilan dan profesionalisme pegawai dan calon pegawai negeri sipil yang berkaitan dengan kesehatan dalam pelaksanaan tugas kedinasan yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal.
2)    Sasaran:
a.    Jumlah tenaga teknis yang ditingkatkan kemampuannya sebanyak 50%
b.    Terealisasinya pemenuhan kebutuhan tenaga PTT sebanyak 80%

3)    Kegiatan Pokok:
a.    Pelatihan dan pendidikan formal
b.    Pembinaan dan penyebarluasan tenaga kesehatan
c.    Perencanaan dan pendataan tenaga kesehatan

B.   Program Transisi

Sesuai dengan Peraturan pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang pembagian Urusan antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab/Kota, maka sampai tahun 2013 program pengembangan kesehatan dititikberatan pada:
1.    Program peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan.
2.    Peningkatan mutu sumber daya manusia dan lingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan paradigma sehat, yang memberikan prioritas pada upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan rehabilitasi sejak pembuahan dalam kandungan sampai usia lanjut
3.    Peningkatan dan pemeliharaan mutu, efisiensi akuntabilitas lembaga dan pelayanan kesehatan melalui pemberdayaan sumber daya manusia secara berkelanjutan dan sarana prasarana dalam bidang medis, mutu serta ketersediaan obat yang terjangkau oleh masyarakat.
4.    Peningkatan hubungan kerjasama dan koordinasi antara daerah baik antar kabupaten/kota maupun antar provinsi dengan kabupaten/kota.
5.    Pengembangan Jaminan Sosial Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
Program Pengawasan obat dan makanan serta pemantapan manajemen pembangunan kesehatan dengan konsep paradigma sehat secara sinergis lintas sektor

FOGGING SARANG NYAMUK DALAM RANGKA PENGENDALIAN DEMAM CHIKUNGUNYA

Written By p2pldinkespakpakbharat on Minggu, 15 Januari 2012 | 17.41

Pelaksanaan Pengasapan (Fogging) dalam rangka menekan penyebaran Demam Chikungunya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Sepannjang tahun 2011 Dinas Kesehatan Melalui Seksi P2 (Pengendalian Penyakit) telah melaksanakan fogging di tiga desa pada tiga kecamatan, yaitu Desa Mbinalun (Kec STU Jehe), Desa Kuta Babo (Kec Tinada) dan Desa Siempat Rube II (Kec Siempat Rube). Dipilihnya desa tersebut untuk dilaksanakan fogging adalah berdasarkan laporan jumlah kasus kejadian demam Chikungunya pada tiga Desa tersebut. Adapun keggiatan fogging bersumber dari dana APBD Kab Pakpak Bharat Tahun 2011, dimana dalam pelaksanaannya kegiatan fogging dilapangan secara teknis Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas, Camat dan Kepala Desa sehingga pelaksanaan fogging dapat berjalan dengan baik dan masyarakat pada tiga desa tersebut mengharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan untuk Tahun Anggaran yang akan datang, sehingga penyebaran Demam Chikungunya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dapat dicegah penularannya.

Translate


PNS DINKES PAKPAK BHARAT

PNS DINKES PAKPAK BHARAT
Foto bersama seluruh PNS Dinkes

Pelaksanaan Fogging di Desa Mbinalun

Pelaksanaan Fogging di Desa Mbinalun
Masyarakat dan Petugas Fogging foto bersama setelah pelaksanaan fogging

Galeri Kegiatan

Galeri Kegiatan
Penyerahan Kartu Askes Njuah Karina oleh Buapati Pakpak Bharat
 
Copyright © 2011. DINAS KESEHATAN KAB PAKPAK BHARAT . All Rights Reserved.